topbella

Selasa, 04 Oktober 2011

Pengembangan Sistem Kesehatan Masyarakat Indonesia Berbasis Partisipasi Seluruh Masyarakat Menghadapi Era Globalisasi

Melihat kondisi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, maka perlunya peran aktif semua pihak didalam masalah kesehatan masyarakat, penyedia layanan kesehatan, masyarakat, pemerintah dan perusahaan perlu menjabarkan peta jalan pengembangan kesehatan masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan. Mengingat wilayah Indonesia sangat luas dengan karakteristik area minyak, gas, pertambangan dan agribisnis baik pertanian, perkebunan dan perikanan, perlunya kerjasama merumuskan dan mengembangkan program kesehatan masyarakat sesuai karakteristik daerah setempat sehingga tahap perubahan menuju masyarakat sehat baik secara sikap, budaya maupun sistem kerja didalam pengelolaan kesehatan masyarakat menjadi bagian kesadaran dan pengetahuan masyarakat dan pada akhirnya memiliki self belonging bahwa kesehatan merupakan milik dan tanggung jawab bersama dan mampu menimbulkan sanksi sosial bagi anggota masyarakat yang tidak mematuhinya.
Dengan memberdayakan semaksimal mungkin organisasi informal masyarakat, kemudian meletakkan dasar-dasar kolaborasi dengan organisasi formal termasuk unsur MUSPIDA setempat, jejaring kesehatan dapat berperan pada saat awal sebagai stimulus pemicu (trigger) atau mentor dan meningkat pada tahapan selanjutnya menjadi fasilitator dengan program pendampingan dan kemudian pada saat kemandirian masyarakat sehat terwujud maka peran sebagai narasumber dan pusat pengembangan program komunitas berbasis kesehatan (community based health) melalui jejaring kesehatan dapat menjadi suatu percontohan melalui kerjasama masyarakat, perusahaan dan pemerintah daerah setempat agar dapat dilakukan penyebaran luas cakupan pengembangan kesehatan masyarakat di Indonesia dalam bentuk percepatan kuantitas area cakupan masyarakat dan fokus spesifik kebutuhan program. Program strategis jangka panjang pengembangan kesehatan masyarakat merupakan hasil sinkronisasi program dan target indikator kesehatan nasional dengan kebutuhan dengan memperhatikan tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat setempat terhadap kesehatan.
Program pengembangan sistem kesehatan masyarakat dapat menjadi tanggungjawab bersama dan sejalan dengan regulasi pemerintah pusat dengan peraturan perundangan tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibilty) sehingga dengan kemampuan perencanaan dan analisa kebutuhan yang matang suatu upaya optimalisasi dana dan tenaga melalui mekanisma CSR diharapkan tercapai suatu pemberdayaan dan pengembangan masyarakat diseluruh bidang termasuk bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar didalam menurunkan angka kesakitan dan akhirnya mendukung produktifitas regional dan nasional.
Pola penyegaran, pembinaan, pemberdayaan dan penguatan jaringan organisasi Puskesmas, Poskesdes, Posyandu, UKS/UKGS dan PMR sangatlah penting didalam mengembangkan sistem kesehatan masyarakat dengan tujuan menuju masyarakat sehat dan sejalan dengan melibatkan masyarakat semaksimal mungkin. Dengan partisipasi semaksimal mungkin dari organisasi aktif yang berada di masyarakat seperti Kader Posyandu, PKK, Taruna Karya, Pramuka, Sarjana Penggerak Pedesaan dan organisasi lainnya serta didukung oleh MUSPIDA setempat. Program kesehatan masyarakat yang merupakan hasil dari sistem kesehatan masyarakat dirasakan sebagai milik bersama karena melibatkan partisipasi masyarakat dan secara simultan edukasi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus berlangsung secara otomatis sehingga budaya sehat diharapkan menjadi kebiasaan dan kebutuhan pokok masyarakat, disisi lain memberikan sensitifitas masyarakat terhadap deteksi dini masalah gizi, wabah dan tanggap bencana agar koordinasi penanggulangan semakin baik.
Diluar sistem kesehatan masyarakat maka dukungan sistem-sistem lain diantaranya sistem pendidikan sekolah mulai TK sampai dengan SMU sangat berperan edukasi kesehatan bagi siswa khususnya pola hidup bersih dan sehat melalui kurikulum, penyediaan sarana dan ekstrakurikuler sekolah serta peran media tidak kalah pentingnya didalam melakukan perubahan melalui edukasi informasi lebih baik bagi masyarakat. Dengan berkembangnya sistem teknologi telematika melalui luas cakupan fiber optik, maka pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mempercepat proses transformasi sistem kesehatan masyarakat yang terintegrasi agar berdaya guna dan berhasil guna. Pengembangan kompetensi SDM kesehatan yang memadai dan memahami teknologi digital akan mempermudah proses implementasi sistem kesehatan masyarakat berbasis teknologi yang modern dan memiliki kemampuan mengelola pengetahuan (knowledge management) serta mampu mendorong kemandirian yang berkelanjutan (sustainable development). Sistem kesehatan masyarakat harus mampu memberikan akses informasi dan layanan mengenai program pengembangan kesehatan masyarakat dan jika semua pihak baik pemerintah setempat, perusahaan, masyarakat termasuk orang tua siswa, sekolah, pusat-pusat layanan kesehatan, media dan semua pihak yang merasa peduli terhadap kesehatan secara bersama-sama maka Indonesia mampu menghadapi tantangan dan siap menuju masyarakat sehat yang kita dambakan bersama.
ANALISA SITUASI SISTEM KESEHATAN MASYARAKAT
Ketahanan sistem kesehatan masyarakat tidak dapat lepas dari pengaruh sistem yang berada diluar sistem kesehatan masyarakat sendiri. Pengembangan sistem kesehatan masyarakat harus didukung oleh sistem-sistem yang berada diluar sistem kesehatan masyarakat sebagai contoh sistem pendidikan, sistem informasi dan teknologi, sistem keuangan dan lain-lain yang mempunyai dampak pengaruh bagi kesehatan masyarakat. Kondisi awal sistem kesehatan masyarakat saat ini masih dipertanyakan apakah Indonesia memiliki sistem kesehatan masyarakat yang sudah dapat menjamin kesehatan masyarakat dan bagaimana sistem kesehatan masyarakat ini dikembangkan atau berkembang sendiri masing-masing daerah sesuai kebutuhan tanpa suatu kebijakan nasional atau bahkan regional atau sistem kesehatan masyarakat telah mengalami degradasi peran dan fungsi sehingga tidak lagi bermanfaat bagi masyarakat.
Situasi lingkungan masyarakat yang memberikan dampak negatip bagi kesehatan merupakan tantangan diluar sistem kesehatan masyarakat sebagai contoh wabah penyakit baru seperti flu burung dan HIV/AIDS dimana Indonesia berada sangat dipengaruhi lalu lintas dunia baik arus manusia maupun barang termasuk kandungan makanan dan minuman. Disamping itu, masalah mendasar dengan jumlah penduduk yang besar dengan ciri kepulauan masih perlunya pengawasan terhadap masalah gizi agar tidak terjadi gizi buruk yang sangat ironis dengan sumber daya alam yang kaya. Sistem kesehatan masyarakat yang handal mampu melakukan proteksi diri terhadap bahaya yang mengancam dan memberikan peringatan awal (early warning system) bagi regional dan nasional agar respon penanggulangan dapat segera diambil tindakan secara cepat. Perkembangan teknologi biologi dan kedokteran mengarah kepada adanya isu-isu internasional mengenai bioterrorism membuat perlunya peranan pemerintah membuat kebijakan dan regulasi terhadap sistem keamanan nasional yang melindungi sistem kesehatan masyarakat nasional yang mencakup sistem kesehatan masyarakat daerah khususnya negara kepulauan yang berbatasan baik udara, darat maupun laut.
Kondisi ideal bahwa sistem kesehatan masyarakat saat ini seharusnya selalu dapat di monitor dan evaluasi agar mampu diperbaiki dan diarahkan menjadi suatu sistem kesehatan masyarakat nasional yang mampu menjamin kesehatan masyarakat dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Pemahaman terhadap sistem kesehatan masyarakat harus dipandang sebagai suatu sistem yang memiliki kejelasan terhadap faktor lingkungan sistem, faktor masukan sistem, pelaku dan prosedur atau metoda proses sistem, faktor keluaran sistem baik output dan outcome serta alat ukur umpan balik sistem yang handal. Sistem kesehatan masyarakat bukan sekedar sistem pelayanan kesehatan dari upaya penyembuhan tetapi merupakan suatu sistem yang meliputi fungsi promosi, pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi kesehatan sehingga peranan yang kuat didalam tranformasi budaya sehat menjadi bagian yang penting menuju masyarakat sehat sebagai sasaran utama sistem kesehatan masyarakat. Dengan upaya promosi dan pencegahan terhadap bahaya penyakit, maka sistem kesehatan masyarakat berupaya mengurangi jumlah kesakitan dan biaya kesehatan sekaligus diharapkan meningkatkan produktifitas nasional.
Beban finansial yang besar dikeluarkan setiap tahun dan terus meningkat baik pengeluaran pribadi maupun pemerintah mencapai triliunan rupiah per tahun dapat dihemat dengan membangun sarana dan prasarana kesehatan yang lebih banyak, merata dan modern di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian besar masyarakat mampu telah berobat ke luar negeri sehingga menghabiskan dana triliunan rupiah devisa negara dapat dihemat dengan mengembangkan sistem kesehatan masyarakat yang modern dan canggih. Pengembangan sentra-sentra kesehatan atau rumah sakit khusus di seluruh Indonesia menjadikan suatu jejaring kesehatan yang berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik berasal dari kemandirian bangsa. Indonesia akan memasuki era globalisasi dengan perubahan paradigma layanan kesehatan, disisi lain negara-negara lain berbenah dengan pengembangan kesehatan masyarakat berbasis teknologi kesehatan, teknologi informatika dan kompetensi SDM didukung sarana dan prasarana yang modern menjadikan suatu ancaman dan tantangan terhadap kemampuan sistem kesehatan masyarakat nasional didalam menangkap peluang globalisasi atau paling tidak mencegah devisa negara ke luar negeri. Arah pengembangan sistem kesehatan masyarakat yang hanya bersifat pasif dan menyerap biaya kesehatan sangat besar menyebabkan ketidakmampuan sistem kesehatan masyarakat untuk keluar mencari solusi dari berbagai masalah kesehatan masyarakat sehingga menyebabkan sistem kesehatan masyarakat menjadi lemah untuk memperbaiki diri apalagi untuk meningkatkan kemampuan layanan kesehatan karena terjebak terhadap masalah rutinitas fungsi kuratif dan rehabilitatif masyarakat.
Sistem kesehatan masyarakat yang berawal dari kelompok kecil masyarakat pada tingkat RT atau RW dengan posyandu, poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas dan rumah sakit pemerintah dapat menjadi suatu jejaring sistem kesehatan utama yang memiliki rentang pembinaan dari segi pengembangan dan tingkat kolaborasi dengan organisasi informal dan formal masyarakat yang ada, instansi pemerintah terkait dan jejaring layanan kesehatan swasta agar menjadi suatu sistem kesehatan masyarakat yang terintegrasi. Sistem kesehatan masyarakat posyandu merupakan sistem kesehatan masyarakat yang dimiliki masyarakat seharusnya memiliki pembinaan yang kontinu dari tingkat layanan kesehatan yang menjadi rujukan atau dinas kesehatan setempat sehingga kader posyandu memiliki kemampuan dasar yang memadai didalam pengelolaan posyandu. Kegiatan prosyandu tidak hanya mencakup kegiatan yang bersifat program pemerintah seperti pekan imunisasi tetapi juga kegiatan penyuluhan penyakit dan ceramah pola hidup sehat dan bersih menjadi bagian terpenting didalam mewujudkan budaya masyarakat sehat. Sikap proaktif pelaku didalam sistem kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendorong tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Pemanfaatan lingkungan yang bersih dan sehat dimulai dari kamar mandi rumah merupakan awal yang baik sampai dengan pemanfaatan tanaman obat di lingkungan rumah menjadikan suatu upaya kesadaran, pengetahuan serta biaya kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat luas sampai dengan pedesaan dan pesisir pantai. Penyegaran kader posyandu melalui modul pelatihan praktis seperti cara menimbang bayi, materi penyuluhan, cara menyikat gigi yang benar, P3K dan lain-lain diharapkan memberikan dampak pengaruh positip bagi edukasi masyarakat.
Pengaruh sistem lain diluar sistem kesehatan masyarakat yang perlu dibenahi adalah sistem pendidikan dapat berperan didalam menumbuhkan budaya dan perilaku sehat dan bersih melalui materi pengajaran sesuai kurikulum tambahan, penerapan kegiatan ekstrakurikuler UKS/UKGS melalui dokter kecil membantu siswa berminat masalah kesehatan diri dan menyampaikan kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya. Penerapan sistem teknologi informatika melalui JARDIKNAS untuk juga digunakan pada masalah kesehatan memberikan informasi terkini mengenai kesehatan dan permasalahan khususnya masalah praktis dan sehari-hari sebagai contoh demo clip video cara mencuci tangan yang benar dan media yang digunakan merupakan awal budaya sehat bagi anak-anak sejak dini. Teknologi koneksi internet melalui kabel optik membantu menghubungkan seluruh unsur-unsur kesehatan masyarakat mulai dari posyandu atau minimal puskesmas sampai dengan rumah sakit umum daerah dan dinas kesehatan di daerah sampai dengan departemen kesehatan di pusat, teknologi yang ada dapat mempercepat proses komunikasi dan koordinasi serta memberikan peluang bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan yang tidak ada di daerah sebagai contoh proses dokter puskesmas di daerah terpencil dapat bertanya kepada dokter spesialis yang berada di kota-kota besar sehingga kasus-kasus penyakit dapat diberikan opini kedua untuk diagnosis. Pengembangan sistem kesehatan masyarakat didukung pembentukan jaringan kesehatan nasional atau JARKESNAS dengan menggunakan infrastruktur yang sama digunakan oleh JARDIKNAS maka utilisasi sarana dan prasarana kabel optik secara maksimal dapat dioptimalkan bagi kesejahteraan masyarakat khususnya bidang kesehatan. Proses pemetaan masalah penyakit secara nasional lebih cepat diperoleh dengan penghematan administrasi kesehatan yang menghabiskan dana miliaran rupiah untuk komunikasi dan koordinasi melalui administrasi non digital dibandingkan dengan menggunakan data digital atau media elektronis. Pengembangan sistem kesehatan masyarakat berbasis digital ini pada masa datang menyediakan peluang menciptakan kartu identitas digital yang tidak hanya mencakup masalah kesehatan tetapi juga masalah kependudukan, jaminan sosial, surat ijin mengemudi dan lain-lain (single number identity). Dengan keberadaan kartu digital kesehatan, maka kemampuan negara didalam mengolah data dari segi kecepatan dan akuransi sangat tinggi termasuk masalah sensus penduduk dan mengetahui kondisi kesehatan masyarakat pada setiap daerah dan segera mengambil kebijakan dan keputusan secara cepat dan tepat.
Hasil pengembangan sistem kesehatan masyarakat adalah masyarakat yang sehat dengan ukuran sasaran antara didalam mencapai produktivitas nasional. Sasaran antara adalah Indonesia Sehat dengan segala indikator kesehatan yang ditargetkan dapat tercapai pada tahun 2010. Akibat samping sistem kesehatan masyarakat salah satunya yang terpenting adalah tumbuhnya budaya perilaku sehat dan bersih yang menjadi pondasi masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kesehatan. Faktor lingkungan yang diluar kendali masyarakat didalam bidang kesehatan seperti masalah air bersih, makanan bergizi dan polusi udara masih menjadi masalah utama kerentanan kondisi kesehatan masyarakat. Sistem kesehatan masyarakat seharusnya mampu memberikan garansi kehidupan (life guarantee) yang lebih baik sejak anak lahir sampai usia lanjut sesuai yang termaktub didalam undang-undang untuk melindungi warga negara secara optimal. Tidak adanya sistem kesehatan masyarakat menyebabkan ketidakberdayaan negara didalam menjamin masalah kesehatan masyarakat, sehingga menghindari timbulnya persepsi masyarakat bahwa terjadi kondisi negara tanpa negara harus dihindari dengan semakin tumbuhnya sikap kritis dan demokratis masyarakat terhadap pemerintah.

[+/-] Selengkapnya...

DEFINISI KES-MAS

Definisi ilmu kesehatan masyarakat (bahasa Inggris: public health) menurut profesor Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958) dari adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisienPengertian Kesehatan Masyarakat Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat “ untuk : (Notoatmodjo, 2003)
1. Perbaikan sanitasi lingkungan
        2. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
        3. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
        4. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan 
medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
        5. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap 
orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
 
Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat. Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial, dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat.
Sedentary- lifestyle3Banyak disiplin ilmu yang dijadikan sebagai dasar ilmu kesehatan masyarakat antara lain, Biologi, Kimia, Fisika, Kedokteran, Kesehatan Lingkungan, Sosiologi, Pendidikan, Psikologi, Antropologi, dan lain-lain. Berdasarkan kenyataan ini maka ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multidisiplin. Namun secara garis besar, disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat, atau sering disebut sebagai pilar utama Ilmu Kesehatan Masyarakat ini antara lain :
1. Administrasi Kesehatan Masyarakat.
2. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
3. Biostatistik/Statistik Kesehatan.
4. Kesehatan Lingkungan.
5. Gizi Masyarakat.
6. Kesehatan Kerja.
7. Epidemiologi.
Mengapa ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multi disipliner, karena memang pada dasarnya Masalah Kesehatan Masyarakat bersifat multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. (Notoatmodjo, 2003)
Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai seni atau penerapan ilmu kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut :
1. Pemberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular.
2. Perbaikan sanitasi lingkungan
3. Perbaikan lingkungan pemukiman
4. Pemberantasan Vektor
5. Pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat
6. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
7. Pembinaan gizi masyarakat
8. Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum
9. Pengawasan Obat dan Minuman
10. Pembinaan Peran Serta Masyarakat si melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Ikatan Dokter Amerika, AMA, (1948) mendefinisikan Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.

Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat

2. Biostatistik
3. Kesehatan Lingkungan
4. Pendidikan Kesehatan dan Perilaku
5. Administrasi Kesehatan Masyarakat
6. Gizi Masyarakat
7. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 03 Oktober 2011

Kenali A-Z Penyakit Khas Perempuan


Perempuan baik karena pengaruh hormon maupun psikis, mudah terserang penyakit. Dengan mengetahui jenis dan gejala penyakit yang senang berakrab-akrab dengan Anda. Anda pun akan lebih mudah mengatasi bahkan mencegahnya.

ALERGI KOSMETIK
Semua kosmetik mengandung alergen potensial. Yang paling umum adalah lanolin, parfum dan pengawet (yang membuat kosmetik tak cepat rusak). Alergi kosmetik biasanya menyebabkan roam pada wajah. Daerah yang paling peka (di sekitar mata) adalah yang paling parah terserang, misalnya jadi bengkak dan gatal.

Kosmetik hipoalergenik memang tak mengandung parfum dan alergen yang umum. Tapi masih bisa menyebabkan alergi, karena semua campurannya adalah alergen yang potensial, serta mengandung lanolin dan pengawet. Jadi, untuk mengatasi alergi kosmetik, singkirkan dulu semua kosmetik. Selanjutnya, periksa dengan cermat kosmetik yang akan digunakan. Terutama, pilihlah yang tidak mengandung lanolin.

ALERGI LOGAM (NIKEL)
Alergi ini dikatakan diderita oleh 1 dad 10 wanita. Nikel adalah unsur logam yang ada pada hampir semua campuran logam, terutama yang digunakan untuk perhiasan imitasi, semisal perak dan emas campuran, serta emas sepuhan. Banyak wanita yang mengalami ekzema (gatalgatal, meleleh, ruam) pada telinga karena memakai anting anting semacam itu. Reaksi alergi juga bisa timbul karena pemakaian jam tangan, kancing baju, ritsleting, pengait bra/rok/celana luar.

Pemakaian nikel terus-menerus dapat menyebabkan nuam tersebar ke seluruh tubuh. Sebelum itu terjadi, ganti perhiasan imitasi dengan perhiasan perak mumi atau emas mumi. Selain itu, pilih pakaian yang kancing/pengait/ritsletingnya terbuat dari plastik

ALERGI PARFUM
Dalam parfum, ada banyak zat pewangi individual yang masing-masing muncul dalam parfum yang beriainan. Masing-masing zat tersebut dapat menimbulkan alergi jika tubuh menganggapnya sebagai alergen (pencetus alergi). Alergi parfum biasanya berupa ekzema. Jadi, memakai parfum semprot milik orang lain bisa saja mencetuskan ekzema pada kulit kita.

Langkah awal untuk mengatasi alergi parfum, tinggalkan semua produk yang menggunakan parfum. Misalnya, kosmetika tanpa parfum, sabun dan sampo tanpa parfum. Selanjutnya, Anda bisa pergi ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut zat pewangi apa yang tak dapat ditolerir oleh tubuh.

ANEMIA
Anemia adalah keadaan yang disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin darah. Hemoglobin adalah senyawa dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut zat oksigen ke dalam sel-sel tubuh.

Penyebab anemia adalah kekurangan zat besi (defisiensi zat besi) dan atau kekurangan vitamin B12, kehilangan darah seperti mimisan maupun menstruasi yang banyak. Selain kehilangan darah setiap bulan, kehamilan juga memicu anemia, karena volume darah saat hamil meningkat sehingga jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah pun meningkat pula.

Jika kekurangan zat besi ini tinggi, sel-sel darah merah pembawa oksigen pun berkurang. Akibatnya, perempuan menjadi pucat, keletihan yang sangat, lemah, berdebar, sesak napas, dan bahkan pingsan. Namun penelitian menunjukkan, bayi dari ibu anemik jarang kekurangan zat besi. Jika ibu sedang hamil, bayi pun berisiko lahir kecil atau prematur.

Yang dapat dilakukan
  • Jika ierdapat gejala anemia, periksalah ke dokter untuk menentukan dan mengobati penyebabnya.
  • Makanlah makanan yang kaya besi, seperti daging berwarna merah, hati, kacang-kacangan kering, buah-buahan kering, sayuran hijau dan gandum.
  • Dalam kehamilan, tambahkan pil besi.
ANOREKSIA NERVOSA
Perempuan sangat memperhatikan tubuhnya dan percaya bahwa kurus, langsing, dan ramping itu indah. Kepercayaan berlebihan ini dapat melahirkan penyakit mental berupa menolak makan.

Gejalanya adalah, merasa gemuk meski bent badannya di bawah ukuran normal, segan atau hilang nafsu makan, kelelahan, lemah, makan dengan rakus untuk kemudian dimuntahkan kembali (bulimia).

Yang dapat dilakukan
* Kunjungi dokter/ahli jiwa jika terdapat tanda-tanda demikian.

BATU EMPEDU
Batu empedu adalah endapan kolesterol (yang terdapat dalam cairan empedu) di dalam kantung empedu. Ini akibat empedu tak dikeluarkan semua dari kantungnya. Jika makin besar, batu-batu ini tidak dapat keluar melalui saluran empedu dan menekan kantung empedu, sehingga menimbulkan nyeri.

Sebagian pakar mengatakan, kaum wanitalah yang cenderung mendapatkan gangguan batu empedu. Dan di antara kaum wanita, mereka yang perangainya tenanglah yang lebih banyak terkena, ketimbang yang penampilannya selalu gelisah. Para pakar kejiwaan juga menyatakan, orang-orang yang batiniah tegang tapi lahiriah tenang.
Sumber: Tabloid Ibu Anak

[+/-] Selengkapnya...

Artikel Kesehatan Masyarakat

Kumpulan Artikel kesehatan masyarat - Artikel Kesehatan Masyarakat Indonesia, contoh artikel kesehatan masyarakat indonesia.

Filariasis merupakan salah satu penyakit tertua yang paling melemahkan yang dikenal di duni
Penyakit Filariasis lymfatik merupakan penyebab kecacatan menetap dan berjangka lama terbesar kedua, didunia setelah kecacatan mental

Di Indonesia,mereka yang terinfeksi Filariasis bisa terbaring di tempat tidur selama lebih dari lima minggu per tahun,karena gejala klinis akut dari Filariasis yang mewakili 11 % dari masa usia produktif. Untuk keluarga miskin, total kerugian ekonomi akibat ketidakmampuan karena filariasis adalah 67 % dari total pengeluaran rumah tangga perbulan. Rata-rata kerugian ekonomi per satu kasus kronis filariasis adalah sebesar Rp.735,380,- (termasuk biaya berobat,obat-obatan serta kerugian karena kehilangan masa produktifitas bagi yang terkena kasus kronis)

Filariasis menyebabkan kerugian ekonomi yang utama bagi penderita dan keluarganya. Selain itu dampak psikologis penyakit ini adalah diasingkan oleh keluarga dan masyarakat, kesulitan mendapat pasangan hidup dan menghambat mendapat keturunan

Filariasis Limfatik

Infeksi oleh cacing parasit ini, ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk dan berdampak pada kerusakan sistem limfa di tubuh manusia. Pada saat nyamuk betina menggigit manusia, larva infektif keluar dari kelenjar ludah nyamuk dan masuk ke dalam tubuh manusia lewat gigitan nyamuk. Didalam tubuh manusia larva tersebut akan berpindah ke sistem limfa (merupakan sistem pertahanan tubuh manusia terhadap infeksi dan penyakit).Dalam sistem limfa, selama 3 - 12 bulan larva tumbuh menjadi cacing dewasa jantan dan betina, dan akan berkembang biak.Setiap cacing betina dewasa menghasilkan berjuta-juta mikrofilia (Mf) selama hidupnya sekitar 7 tahun atau lebih.

Cacing dewasa dan Mf mengakibatkan kerusakan pada sistem limfa dan bersifat menahun, dimulai dengan terjadinya pelebaran saluran limfa, sehingga mengganggu jalannya cairan limfa,sehingga cairan terkumpul dan menyebabkan oedema.Lama kelamaan akan terjadi pembentukan jaringan ikat fibrosis, sehingga terjadi limfoderma yang berupa pembengkakan pada kaki, lengan, payudara atau alat kelamin. Kerusakan saluran sistem saliran limfa ini bersifat permanen walaupun cacing dewasa sudah mati

Berjuta-juta Mf dihasilkan oleh cacing dewasa berpindah ke peredaran darah tepi pada waktu malam hari. Pada saat gigitan nyamuk pd malam hari, maka Mf yang ada di darah tepi akan masuk ke tubuh nyamuk, kira-kira 10 hari dalam tubuh nyamuk Mf akan mengalami perubahan bentuk menjadi larva infektif, yang akan ditularkan kepada melalui gigitan nyamuk

Kondisi Penyakit Filariasis di kabupaten Tangerang

Di Kabupaten Tangerang kasus Filariasif meningkat setiap tahun sejak tahun 2000 sampai tahun 2008 menjadi 228 kasus dan telah teridentifikasi 19 Desa Endemis di 15 Kecamatan .Peningkatan endemis > 1 %. Penggerakan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan upaya penanggulangan penyakit ini, melalui pengobatan massal 

Upaya yang dilakukan

Melaksanakan eliminasifilariasis agar pada tahun 2015 Kabupaten Tdangerang tidak menjadi daerah endemis.Eliminasi dilaksanakan dengan 2 kegiatan, yaitu pengobatan massal dan penatalaksanaan pada penderita kasus klinis. Pengobatan massal di Kabupaten Tangerang dimulai tahun 2007 di beberapa desa endemis.Mulai tahun 2009 pengobatan massal dilaksanakan di semua desa/penduduk,setahun sekali selama minimal 5 tahun

Pengendalian nyamuk vektor penular dengan memutus rantai penularan dan melakukan PHBS (Perilaku Hidup bersih dan Sehat) serta penggalakkan gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) tempat yang berpotensi untuk perindukan nyamuk

Penyuluhan melalui berbagai media : penyuluhan langsung, media cetak dan spot radio

[+/-] Selengkapnya...

About Me

Foto Saya
ADHE YULIAN P
aku adalah............
Lihat profil lengkapku